Sri Mulyani Indrawati Memastikan Ekonomi Nasional Resmi Resesi Pada Kuartal III Tahun 2020 ini

25 September 2020, 22:27 WIB
ilustrasi menahan resesi /

PORTAL KUDUS – Dalam ekonomi makro, Resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

Jika Resesi Ekonomi yang berlangsung lama disebut Depresi Ekonomi, namun semua Negara pastinya tidak menginginkan hal ini terjadi.

Dalam kondisi pandemic Wabah Covid-19 yang tak kunjung usai, maka tidak mustahil kondisi ini bisa melanda Negara yang kuat ekonominya sekalipun.

Baca Juga: Mudahnya Bayar Tagihan Rumah Selama di Rumah Aja

Seperti terjadi di Indonesia telah banyak diiberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan Ekonomi Nasional Resmi Resesi pada kuartal III-2020.

Hal itu menyusul revisi proyeksi yang dilakukan Kementerian Keuangan.

Sri Mulyani mengatakan, pihak Kementerian Keuangan melakukan update proyeksi perekonomian Indonesia untuk tahun 2020 secara keseluruhan menjadi minus 1.7% sampai minus 0.6%.

Baca Juga: Satu Pegawai Bagian Hukum Setda Kudus Meninggal Dunia Positif Covid-19

"Forecast terbaru kita pada September 2020 adalah minus 1.7% sampai minus 0.6%. Ini artinya, negative territory kemungkinan terjadi pada Kuartal tiga," kata Sri Mulyani dalam video conference APBN kita, PR Indramayu.com Selasa 22 September 2020.

Dari pemberitaan beberapa media menyoroti, Proyeksi resesi yang akan terjadi semakin terang saat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan revisi prediksi pemerintah teranyar tentang kondisi perekonomian nasional.

Bila sebelumnya pemerintah masih optimistis, namun kemarin bendahara umum negara tersebut menyebutkan perkiraan pemerintah soal pertumbuhan ekonomi bakal minus 2,9 persen di kuartal ketiga tahun ini.

Baca Juga: Pencairan Dana Bantuan Partai Politik Kabupaten Kudus Tahun 2020, Diserahkan Plt. Bupati Kudus.

Artinya dalam dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi di bawah 0 persen dan secara teknikal perekonomian sudah memasuki resesi.

Namun resesi tak hanya dialami Indonesia, sejumlah negara bahkan sudah menghadapinya beberapa waktu sebelum ini.***

Editor: Sugiharto

Sumber: Dari berbagai sumber, PRMN, VIU

Tags

Terkini

Terpopuler