Gunakan Sistem Agroforesty, Petani LMDH Tunas Agung Jepara Hasil 564ton Semangka

- 25 April 2022, 09:00 WIB
Semangka para petani
Semangka para petani /suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Bawaslu Jepara Dukung Keterlibatan Perempuan dalam Pemilu

"Untuk biaya operasional seperti pupuk dan benih menghabiskan Rp 25 juta per hektare. Sehingga keuntungan bersih untuk petani Rp 10 juta per hektare,'' katanya saat panen raya semangka dengan sistem agroforestry pada Sabtu, 23 April 2022 sore.

Kepala KPH Pati Arif Fitri Saputra mengungkapkan, sebenarnya masih banyak lahan perhutani yang bisa dikerjasamakan dengan maayarakat atau petani melalui agroforestry.

Untuk komoditasnya tidak harus buah asmangka tapi jenisnya bisa menyesuaikan dengan kondisi lahan yang ada.

Baca Juga: Kapal Berbahan Fiber Karya SMKN 2 Rembang Mulai Banyak Peminat

"Masyarakat bisa bekerjasama dengan memanfaatkan lahan dengan agroforestry. Peluang hasilnya bisa dilihat sekarang ini,'' ungkapnya.

Bupati Jepara Dian kristiandi yang mendapatkan kesempatan panen raya bersama petani mengaku akan mendorong petani menerapkan agroforestry melalui kerja sama pemanfaatan lahan perhutani.

Pertanian sistem ini mampu meninkatkan produksi hasil pangan di Kabupaten Jepara.

''Ini merupakan langkah luar biasa untuk peningkatan produksi pertanian. Dengan agroforestry ini petani bisa memanen semangka dalam waktu dua bulan,'' beber bupati. ***

Halaman:

Editor: Candra Kartiko Sari

Sumber: Suara Merdeka Muria


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah