Tembakau Temanggung Masih Bagus, Walau diterpa Musim Kemarau Basah ini penyebabnya.

- 20 Oktober 2020, 04:00 WIB
penjemuran tembakau /

Portal Kudus – Kepala Stasiun Klimatologi Semarang juga menambahkan, hujan yang pernah terjadi di musim kemaru pada bulan Agustus merangsang munculnya bunga di tanaman kopi.

Melalui informasi prakiraan hujan yang disampaikan BMKG pada bulan Agustus, petani dapat menentukan waktu petik untuk mendapatkan daun dengan kualitas yang baik sebelum terkena hujan.

Selain itu, petani bisa menentukan waktu terbaik merajang tembakau untuk memperoleh pengeringan yang optimal.

Baca Juga: Dampak La Nina? BMKG Prediksi Hari ini Berpotensi Hujan Lebat, Disertai Petir Dan Angin Kencang.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq menyampaikan, secara umum kondisi tanaman tembakau dan olahan tembakau bagus, serta produksi per luasan meningkat.

Tetapi Informasi akan terjadi kemarau basah menjadikan harga jual pasar tembakau kering cenderung rendah, rata-rata Rp45.000 - 50.000.

"Walaupun kadar air tembakau tinggi, di kawasan Legoksari dan sekitarnya masih bisa menghasilkan Grade F bahkan ada yang Grade G (tembakau yang memiliki warna hitam mengkilap dan aroma keras)," tambahnya.

Baca Juga: Ternyata Tembakau Temanggung dan Olahan Tembakau Masih Bagus, Walau diterpa Musim Kemarau Basah.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga menyampaikan peluang terjadinya La Nina. Kondisi tersebut tentunya dapat berpotensi meningkatnya curah hujan 20%-40% di sebagian besar wilayah Indonesia.

Halaman:

Editor: Sugiharto

Sumber: BMKG


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X