Mengenal Penyebab dan Gejala Depresi Sejak Dini serta Apa yang Harus Dilakukan

- 3 Februari 2023, 17:37 WIB
ilustrasi Mengenal Penyebab dan Gejala Depresi Sejak Dini serta Apa yang Harus Dilakukan
ilustrasi Mengenal Penyebab dan Gejala Depresi Sejak Dini serta Apa yang Harus Dilakukan /wayhomestudio/
PortalKudus - Dijaman yang serba cepat ini, menyebabkan kita rentan mengalami stress hingga depresi. Lalu, apa sebenarnya penyebab depresi?
 
Dan bagaimana gejala awal yang wajib kita pahami dan apa yang harus dilakukan?
 
Mendeteksi gejala depresi sejak dini akan membantu kita untuk mengatasi, sebelum berakibat fatal. 
Depresi adalah gangguan suasana hati yang mengakibatkan seseorang merasakan kesedihan yang mendalam dan berkepanjangan, hingga kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai.
 
Kondisi ini lebih dari sekadar perasaan sedih yang dialami oleh orang-orang dengan kondisi mental yang sehat. 
 
Depresi bisa berbahaya, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bahkan, orang dengan depresi akut dapat mengakibatkan kondisi yang membahayakan.
 
 
Selain berpengaruh terhadap perasaan atau emosi, depresi juga dapat menyebabkan gangguan pada fisik, Perubahan cara berfikir serta prilaku pada penderitanya. 
 
Banyak penderita depresi mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
 
Bahkan pada kasus-kasus tertentu, berujung pada kejadian yang lebih parah seperti menyakiti diri sendiri hingga percobaan bunuh diri.
 
Maka dari itu, penting untuk memahami gejala depresi sejak dini. Agar dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan secepatnya. 
 
Melansir dari kemkes.go.id, berikut ini adalah tanda-tanda yang berkaitan dengan kondisi psikologi seseorang yang mengalami depresi, yakni :
 
1. Kehilangan ketertarikan atau motivasi untuk melakukan sesuatu,
 
2. Mengalami kesedihan secara terus-menerus, bahkan hingga menangis,
 
3. Perasaan bersalah yang mendalam dan khawatir berlebihan,
 
4. Tidak dapat menikmati hidup karena kehilangan rasa percaya diri,
 
5. Sulit membuat keputusan dan mudah tersinggung,
 
6. Tidak acuh terhadap orang lain,
 
7. Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri,
 
Selain mengganggu kondisi psikologis seseorang, depresi juga memberikan efek negatif terhadap kesehatan fisik kita, seperti:
  • Gangguan tidur dan badan terasa lemah,
  • Berbicara atau bergerak menjadi lebih lambat,

Baca Juga: 1 Ramadhan 2023 Muhammadiyah Jatuh Pada Tanggal Berapa, Simak Disini Informasinya

  • Perubahan siklus menstruasi pada wanita,
  • Sembelit,
  • Kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, Nafsu makan meningkat secara drastis,

Baca Juga: Daftar 15 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR

  • Merasakan sakit atau nyeri tanpa sebab.
Adapun faktor penyebab depresi sangat beragam, berikut ini sejumlah faktor yang dapat menyebabkan depresi: 
 
1. Faktor genetik atau Riwayat keluarga,
2. Pengalaman dan trauma masa kanak-kanak,
3. Peristiwa buruk yang pernah dialami,
4. Pengalaman diintimidasi, bullying, kekerasan ataupun tekanan baik secara fisik maupun psikis
5. Masalah kesehatan fisik,
 
6. Menderita penyakit kronis atau serius
7. Berakhirnya hubungan atau kehilangan seseorang dicintai, 
8. Masalah keuangan, dan
9. Ketergantungan jenis obat tertentu, atau
10. Minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.
 
Bukan hanya orang dewasa dan remaja, depresi dan gangguan kejiwaan juga dapat menimpa anak-anak. Karena mereka masih belum memiliki kemanpuan untuk menangani masalah yang dihadapi.
 
Selain itu, kemampuan mereka dalam memahami masalah dan kehidupan masih sangat terbatas. 
 
Disanalah pentingnya peran orang tua dalam mendampingi dan mendidik anak-anak dengan cinta serta kasih sayang.
 
Penderita depresi membutuhkan dukungan dari keluarga dan orang terdekat. Karena keluarga merupakan obat terbaik bagi mereka.
 
Jika merasakan gejala-gejala depresi selama lebih dari dua minggu dan tidak kunjung mereda. Segera cari bantuan.
 
Jangan malu dan ragu untuk menghubungi Layanan Psikolog dan atau segera kunjungi dokter terdekat, apalagi jika gejala depresi tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari seperti kegiatan pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial.***
 

Editor: Sugiharto

Sumber: Kemkes.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x